• SHARE
Cara Mudah Deteksi Boraks Dan Formalin Pada Makanan


Siapa sih yang gak senang dengan yang namanya mi tiaw, bakso, sosis, hekeng, dan produk pangan sejenisnya. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, bahkan sampai para buyut-buyut pun suka dengan makanan tersebut. Namun sayangnya, beberapa dari produk pangan tersebut ada yang mengandung bahan-bahan berbahaya yang seharusnya tidak diperuntukkan sebagai Bahan Tambahan Pangan. 

Para produsen nakal sengaja menambahkan bahan-bahan tersebut dengan berbagai alasan dan tujuan. Mulai dari daya simpan produk menjadi lebih lama (dengan menambahkan formalin), kekenyalan atau kelenturan produk menjadi lebih baik (contohnya ditambahkan boraks), warna makanan menjadi menarik (dengan penambahan Rodamin B). Dengan ditambahkannya bahan berbahaya tersebut ke dalam makanan, tentu saja membuat para konsumen menjadi resah akan akibat yang akan ditimbulkan nantinya.

Jika anda belum terlanjur membeli makanan atau jajanan di pasar, ada baiknya untuk memeriksa kondisi fisik dari makanan tersebut. Berikut adalah cara untuk mengetahui adanya kandungan boraks, formalin, serta pewarna makanan Rhodamin B :

1. Makanan yang telah ditambahkan formalin akan terasa lebih kenyal, tidak mudah rusak, memberikan warna merah tua pada insang ikan (bukan merah segar), dan tentu saja daya simpan akan lebih lama bila dibandingkan dengan makanan yang tidak ditambahkan formalin. Tidak adanya lalat yang berkumpul pada daging segar bisa juga menjadi indikator keberadaan formalin.

2. Ditambahkannya boraks pada makanan akan membuatnya menjadi lebih kejal, tekstur lebih keras pada tahu (namun tidak padat), dan juga menimbulkan rasa getis pada lidah jika dimakan.

3. Rhodamin B merupakan pewarna tekstil yang tidak seharusnya ada di dalam makanan. Ciri-ciri pada makanan adalah warnanya akan terlihat lebih kontras, tidak merata dan akan menimbulkan sensasi pahit pada lidah.

Beberapa waktu yang lalu ada sebuah temuan yang unik dari seorang siswa SMA dalam mendeteksi boraks dan formalin secara cepat dan mudah. Yaitu dengan menggunakan tusuk gigi dan kunyit. Untuk menerapkannya dirumah pun cukup mudah, yaitu dengan menghaluskan permukaan tusuk gigi dan membalurinya dengan kunyit. Kemudian tancapkan tusuk gigi tersebut ke makanan yang terindikasi adanya kandungan boraks atau pun formalin. Jika tusuk gigi tersebut berubah warna menjadi merah bata, maka langsung saja buang jauh-jauh makanan tersebut karena sudah bisa dipastikan makanan tersebut positif mengandung borak atau formalin.

Dengan ditemukannya cara mudah untuk mengetahui / mendeteksi keberadaan boraks dan formalin di dalam makanan, kita dapat melindungi keluarga kita dari produsen yang hanya ingin memperoleh keuntungan semata dan tidak memperdulikan konsumen.
Share To:

Bob Agoy

Bang Bob cuma seorang pria yang suka pura-pura selow kalau do'i cuma nge-Read doang.

Post A Comment: