• SHARE
4 Alasan Penting Kenapa Nggak Beli Smartphone Rekondisi

Tingginya daya beli masyarakat di Indonesia (terutama produk elektronik seperti smartphone) membuat banyak sekali penjual yang mencoba untuk panen di lahan tersebut. Salah satunya adalah dengan menjual smartphone rekondisi atau bahasa kerennya itu smartphone refurbish.

Setelah seharian kemaren bang Bob off, karena beberapa situasi yang diluar dugaan. Akhirnya bang Bob bisa kembali melakukan aktivitas posting seperti biasanya. Meskipun mungkin nggak ada yang peduli dan kangen sih.

Siapa sih yang tidak mau bisa punya smartphone dengan merk yang terkenal namun bisa didapatkan dengan harga yang super duper murah. Tentunya mau dong ya, bang Bob aja mau kok kalau ada yang jual. Orang-orang seperti kita inilah gengs yang menyebabkan beberapa seller (penjual) mulai berfikir untuk bermain nakal dalam rangka meraup keuntungan yang banyak.

Tingginya daya beli masyarakat di Indonesia (terutama produk elektronik seperti smartphone) membuat banyak sekali penjual yang mencoba untuk panen di lahan tersebut. Salah satunya adalah dengan menjual smartphone rekondisi atau bahasa kerennya itu smartphone refurbish.

Mungkin ada yang belum tau ya apa sih maksud dari Smartphone rekondisi ? Smartphone rekondisi atau refurbish adalah smartphone yang di "Produksi Ulang" baik itu oleh produsennya langsung atau bahkan ada juga hasil buah tangan para expert di bidang service HP. 

Kenapa Bisa Ada HP Rekondisi

Kita buat permisalan, si A adalah pengguna, si B adalah penjual, dan si C adalah produsen/tukang servis smartphone. Si A membeli sebuah smartphone dengan merk "Banana" kepada si B. Selang beberapa bulan kemudian, ternyata smartphone tiba-tiba saja suka mati sendiri. Lalu si A membawa smartphone tersebut kepada si B untuk dilakukan pengecekan. 

Usut punya usut, smartphone tersebut harus diretur kepada si C karena beberapa komponen yang rusak. Si A kini mendapatkan smartphone baru (buka bungkus), dan apa yang terjadi dengan smartphone sebelumnya ? Inilah yang akan direkondisi oleh pihak produsen. Smartphone yang telah rusak tersebut akan diganti komponen-komponennya, kemudian dilakukan pengecekan. Barulah smartphone rekondisi tersebut diberi kotak dan dijual ulang kepasaran dengan harga yang sangat miring. Kurang lebihnya seperti itu lah gengs.

Singkatnya adalah, smartphone rekondisi merupakan smartphone bekas yang didaur ulang. Ada juga smartphone rekondisi yang tidak memiliki kotak. Dan model seperti ini sangat sering dijual oleh beberapa penjual yang berasal dari pulau Batam.

#1 Kualitas Produk Refurbish / Rekondisi

Kualitas yang buruk
Kalau bicara masalah kualitas, tentu saja smartphone rekondisi memiliki kualitas yang tidak sama dengan yang baru. Yah, namanya saja sudah bekas gengs. Kalau seandainya kualitasnya sama, atau selisih sedikit dengan yang baru, bisa-bisa smartphone yang baru bakalan sepi pembeli gengs.

#2 Garansi Produk Yang Super Singkat

Garansi produk yang super singkat
Sudah bukan rahasia umum kalau smartphone yang telah didaur ulang bukanlah solusi bagi yang ingin punya smartphone murah dengan merk terkenal. Hal ini dikarenakan pihak penjualnya pun tidak berani untuk memberikan garansi untuk waktu yang lama. Maksimal hanya 1 minggu (kadang juga ada yang 1 bulan sih).

Bayangin aja gengs, kalau sudah penjualnya saja tidak mau menanggung resiko kenapa kita harus memikirkan alasan lain untuk beli smarpthone refurbish ?

#3 Masa Pakai Produk Juga Super Singkat

Masa pakai yang singkat
Kalau kalian pernah lihat testimoni barang awet yang ada di grup si penjual, besar kemungkinan orang tersebut adalah beberap orang yang beruntung bisa mendapatkan smartphone rekondisi yang umurnya panjang. Karena apa gengs ? Sebab, dari pantauan bang Bob dari sebuah grup komplain barang refurbish batam (facebook grup), ada banyak sekali korban yang mengeluhkan umur dari smartphone refurbish ini.

Mayoritas umur smartphone refurbish adalah tidak lebih dari 1 bulan. Ada yang beberapa minggu sudah matot alias mati total, bahkan ada juga yang begitu sampai barangnya sudah tidak dapat digunakan. Bayangin aja, kalau seandainya kita membeli sebuah iPhone 7 refurbish dengan harga 8jt. Eh, pas sampai di rumah ternyata yang datang hanya seonggok batang yang tak bisa digunakan sama sekali. Sayang nggak tuh ?

#4 Kebijakan Retur / Fee Garansi Yang Tidak Masuk Akal

Kebijakan retur iPhone refurbish tidak masuk akal
Rata-rata (meskipun tidak semua) penjual produk rekondisi tidak berani meberikan garansi yang lama. Dan jika kita ingin mengklaim produk yang telah rusak namun masih dalam masa garansi, mereka akan mengenakan biasa sebesar 200rb untuk ongkos kirim ke Batam (jika tokonya di sana). Dan jika kita ingin mengembalikan barang ke pihak penjual, maka kita akan dikenakan tambahan potongan sebesar 200rb lagi gengs. Jadi total kerugian kita adalah 400rb.

Dan perlu diketahui gengs, tidak semua barang rekondisi yang berasal dari Batam adalah hasil rekondisi pabrik produsen langsung. Dari video yang pernah bang Bob lihat, ternyata ada juga konter kecil (nggak tau lokasinya di mana) yang mengeluarkan smartphone rekondisi. Coba simak video buktinya di bawah ini gengs :


Asli gengs, memang benar-benar seperti iPhone 5s baru. Padahal itu barang hasil rekondisi konter biasa loh. Bukan hasil rekondisi pihar produsen resminya langsung.

Itulah tadi gengs, 4 Alasan Penting Kenapa Nggak Beli Smartphone Rekondisi. Yah, dari pada kita malah rugi dua kali karena tergiur harga yang murah. Lebih baik ita beli yang pasti-pasti aja deh gengs. Ditunggu komentarnya gengs. 

Sumber: Grup Facebook
Narasi: Bang Bob

Share To:

Bob Agoy

Bang Bob cuma seorang pria yang suka pura-pura selow kalau do'i cuma nge-Read doang.

Post A Comment: