• SHARE
Inilah Sebab Kenapa Indonesia Harus Impor Garam Dari Luar Negeri

kenapa Indonesia haru mengimpor garam dari luar negeri adalah kurangnya dukungan kita sebagai masyarakat untuk membeli dan menggunakan garam yang diproduksi oleh para petani garam laut.

Kayaknya lagi pada heboh masalah kebijakan impor garam dari luar negeri ya gengs. Mulai dari bapak-bapak yang emang hobi mengamati sikap/kebijakan pemerintah, hingga ibu-ibu yang lagi masak di dapur. Semuanya pada sibuk bertanya, kok bisa negara kita yang memiliki garis pantai sekian ribu kilometer masih harus mengimpor garam. 

Dikutip dari republika.co.id, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mengatakan bahwa izin terkait impor garam telah resmi dikeluarkan. Kegiatan izin impor garam untuk industri juga sudah berjalan. Hal ini beliau sampaikan saat berada di Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017 @ Grand Sahid Jaya Hotel, hari Kamis (27/7) kemarin.

Kuota Impor Garam Terbaru 2017

Dalam izin impor garam yang telah resmi dikeluarkan oleh Kementrian Perdagangan, diketahui bahwa tidak ada batasan untuk jumlah kuota garam yang akan diimpor ke dalam negeri. Alasannya adalah karena kebutuhan garam dalam negeri saat ini sangatlah besar. Sedangkan stok garam yang ada di pasaran sangatlah sedikit. 

Tapi, apa penyebabnya ? Kenapa negara kita yang katanya memiliki garis pantai sampai ribuan kilometer tidak bisa mencukupi kebutuhan garam dalam negeri ?

Bang Bob pribadi tidak mengetahui secara pasti alasan impor garam ini. Dari yang kita saksikan bersama di media saat ini, dikatakan bahwa kondisi cuaca yang tidak mendukung petani ketika melakukan proses pengeringan air laut menjadi garam. Yah, itulah yang dikatakan media. Tapi apakah benar begitu ?

Berkurangnya pasokan garam dipasaran mungkin saja bisa terjadi karena faktor pengepul yang menahan stok garam digudang, agar kebijakan impor garam cepat keluar. Atau bisa juga karena para petani garam yang ada di Indonesia sudah malas untuk memproduksi garam alami.
Coba cek di dapur kalian masing-masing gengs. Apa ada garam di situ ? 
Jika iya, coba kalian cek apakah itu garam beryodium, warnanya putih dan tampilannya menarik ?

Kita Telah Termakan Iklan Para Pemilik Modal 

Nah, beberapa tahun terakhir ini kita didoktrin jika tidak mengonsumsi garam yang mengandung iodium, maka akan mudah terkena penyakit gondok. Jika kita mengonsumsi garam laut, hal itu tidak baik bagi kesehatan keluarga. Karena garam laut di produksi tidak secara higenis. Dan coba saja lihat warnanya, garam laut sama sekali tidak menarik untuk dikonsumsi.

Doktrin yang seperti ini telah berhasil membuat setiap ibu Indonesia beralih ke garam yang dikemas lebih rapi, dan beriodium yang katanya biar nggak terkena penyakit gondok. Tentu saja mereka para petani garam laut/alami akan sulit untuk bersaing dengan level perusahaan. Mereka kalah jauh kalau dari segi harga, tampilan kemasan dan strategi pemasaran.

Tapi gengs, ketahuilah bahwa garam yang kita konsumsi setiap hari, berwarna putih menarik dan mengandung iodium tersebut, telah melalui proses pencampuran dengan bahan kimia lain sehingga nutrisi asli yang ada di garam laut tidak akan kalian dapatkan pada garam produksi pabrik.

Garam Laut Alami Lebih Bernutrisi Dibanding Garam Meja

Garam laut alami mengandung lebih banyak nutrisi seperti Natrium, Klorida, Kalsium, Magnesium, Sulfur, Kalium, Brom, dan Strontium. Semua makro dan mikronutrien tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dan kabar gembiranya adalah, senyawa yang terkandung dalam garam laut tidak ada pada garam meja. Ditambah lagi, garam alami tidak pengandung pengawet dan tidak ada tambahan pemutih. Bukankah lebih sehat garam alami gengs ?

Jadi gengs, sebab yang paling utama kenapa Indonesia haru mengimpor garam dari luar negeri adalah kurangnya dukungan kita sebagai masyarakat untuk membeli dan menggunakan garam yang diproduksi oleh para petani garam laut. Dan lebih memilih mengonsumsi garam yang lebih putih, halus dan tidak cepat menggumpal (karena ditambah bahan kimia lain).

Kenapa kita tidak kembali saja pada konsumsi garam alami ? Kan lebih baik juga buat kesejahteraan petani garam Indonesia gengs. Berikan komentar terbaik kalian yah.

sumber berita : republika.co.id
narasi & editor : Bang Bob
Share To:

Bob Agoy

Bang Bob cuma seorang pria yang suka pura-pura selow kalau do'i cuma nge-Read doang.

Post A Comment: